Sabtu, 02 April 2016

VLAN Trunking Protocol


VLAN Trunking Protocol

Pengertian VTP

VTP (VLAN Trunking Protocol) biasanya digunakan untuk menyederhanakan pembuatan VLAN pada banyak switch. Pada VTP ada switch yang bertindak sebagai VTP server, VTP transparent, VTP client.
Pada dasarnya trunking mengijinkan komunikasi antar VLAN yang sama pada switch-switch yang berbeda.



 




Frame tangging juga digunakan dalam VTP, ada 2 yang utama :
a) Interswitch-Link (ISL)
Proprietory Cisco, memodifikasi header untuk menandai keanggotaan suatu
VLAN.
b) IEEE 802.1q
Open standard, menambahkan tangged berupa VLAN ID untuk menandai keanggotaan VLAN.

Keduanya untuk ethernet dan fast ethernet.
Selain ISL dan IEEE 801.1q, terdapat pula 802.10 untuk FDDI dan LANE untuk ATM.

Fungsi utama VTP yaitu menyederhanakan pembuatan VLAN pada banyak switch.
Pada VTP, ada yang bertindak sebagai server, transparant, maupun client.
1.      VTP Server
Dapat create, add, dan delete VLAN, kemudian mengirim informasi VLAN
keluar dari trunk port.
2.      VLAN Transparant
Tidak menyimpan informasi VLAN pada NVRAM, hanya meneruskan info
VLAN yang diterima dari VTP server ke VTP client.
3.      VTP Client
Menerima dan menyimpan informasi VLAN pada NVRAM, info VLAN
disimpan pada NVRAM tersebut berasal dari server.

VTP server, transparant, dan client harus berada dalam domain yang sama dan memiliki password yang sama.

Langkah pemilihan VTP server, transparant, dan client, dilakukan berdasarkan
configuration revision number yang saat switch dihidupkan makan bertambah jumlahnya mulai dari 0 sampai 2.147.483.648, walaupun sudah disetting ke mode VTP client, switch harus di reload dulu agar revision number kembali ke 0 sebab angka yang tinggi akan menimpa angka yang lebih rendah. Angka lebih tinggi akan menjadi VTP server.

Pengiriman info dari VTP server ke VTP client melibatkan VTP message berikut :
a.       Advertisement Request
b.      Summary advertisement
c.       Subset advertisement

a.      Advertisement Request
Info request VLAN yang dikirim oleh VTP client pada VTP server.
b.      Summary Advertisement
Digunakan pada saat switch dinyalakan pertama kali untuk menentukan siapa switch yang menjadi VTP server, dikirim setiap 5 menit sekali. Isinya terdapat configuration revision number dimana angka tertinggi akan menimpa angka yang lebih rendah, angka tertinggi akan menjadi server.
c.       Subset Advertisement
Info tentang VLAN yang dikirimkan oleh VTP server kepada VTP client.

Ketiga VTP Message itu dikirimkan keluar melalui trunk port.

Command-command VTP :
Menyetting domain, mode, dan password VTP :
Switch#vlan database
Switch(vlan)#vtp domain name
Switch(vlan)#vtp mode
Switch(vlan)#vtp password password

Mengubah access link port ke trunk link port :
Switch(config)#interface interface number
Switch(config-if)#switchport mode trunk

Perintah show :
a) Melihat domain dan mode vtp :
Switch#show vtp start
b) Melihat password vtp :
Switch#show vtp password
c) Melihat advertisement request, summary advertisement, subnet
advertisement :
Switch#show vtp counter

d) Melihat port yang di trunk :
Switch#sshow interface trunk

InterVLAN Routing
Konsep interVLAN Routing yaitu menghubungkan VLAN yang berbeda dengan router. Default gateaway tiap VLAN disetting pada router, sering disebut juga “Router on a stick”. Command untuk default gateaway tiap VLAN dipasang ke dalam subinterface.

Settingan Command
Router(config)#interface interface number
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface interface number sub interface
Router(config-subif)#encapsulation dot1q vlan id
Router(config-subif)#ip address ip subnetwork
Router(config-subif)#no shutdown

Pada switch, terdapat :
Vlan 1 192.168.10.0/27, Default Gateaway : 192.168.10.1
Vlan 2 192.168.10.32/27, Default Gateaway : 192.168.10.33
Vlan 3 192.168.10.64/27, Deafult Gateawat : 192.168.10.65
Pada Router, Setting :
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface fa0/0.1
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 1
Router(config-subif)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.224
Router(config-subif)#no shutdown
Router(config-if)#interface fa0/0.2
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 10
Router(config-subif)#ip address 192.168.10.33 255.255.255.224
Router(config-subif)#no shutdown
Router(config-if)#interface fa0/0.3
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 20
Router(config-subif)#ip address 192.168.10.65 255.255.255.224
Router(config-subif)#no shutdown

Pada switch, port fa0/24 setting :
Router(config)#int fa0/24
Router(config-if)#switchport mode trunk
VLAN yang berbeda dapat saling berhubungan, misal host pada vlan 1 dapat connect dengan host pada vlan 10.

0 komentar:

Posting Komentar